Dymaspiero’s Weblog


‘GET MARRIED’, Ringan dan Kocak
October 28, 2007, 8:29 pm
Filed under: Movie

Lihat GambarKapanLagi.com – Pemain: Nirina Zubir, Desta ‘Club Eighties’, Aming, Ringgo Agus Rahman

Pertama kali Hanung Bramantyo ditawari naskah Get Married, ia langsung tertarik pada naskah yang ditulis Musfar Yasin. Sangatlah bagus. Tidak melulu berisikan cinta-cintaan, tapi ada cross culture disitu. Musfar sangat pas menggambarkan kondisi Jakarta, banyak pengangguran, ke-chaos-an sistem pemerintahan, termasuk kultur orang tua yang sangat menginginkan anaknya menikah.

Ada empat anak muda yang mengakui dirinya sebagai orang paling frustasi se-Indonesia. Keempat anak muda itu, Mae (Nirina Zubir), Guntoro (Desta ‘Club Eighties’), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo Agus Rahman). Empat anak muda yang lahir di kampung dan pada hari yang sama, yang selanjutnya selalu kompak. Sampai-sampai nasib mereka pun kompak, cita-citanya tak ada yang kesampaian.

Karena desakan ibunya, Mae akhirnya setuju menikah. Beni menjadi orang yang ‘beruntung’ akan menikahi Mae setelah pengundian berkali-kali yang dilakukan untuk memilih salah satu dari 3 sohibnya. Sebelumnya Rendy (Richard Kevin), cowok cakep dan kaya yang bosan bertemu Mae dan jatuh cinta padanya. Namun sayang akibat kesalahpahaman, Rendy dihajar teman-teman Mae.

Pada hari pernikahan Mae dan Beni, Rendy memimpin anak elit menyerbu anak kampung. Maka terjadilah tawuran antara kaum elit dengan orang-orang di kampung Mae. Alangkah terkejutnya Mae dan Rendy saat mereka mengetahui bahwa mereka adalah para ‘jagoan’ dari golongan elit dan kampung. Kesepakatan pun diambil dan…..siapakah akhirnya yang menjadi pengantin pria?

Proses produksi film ini dimulai dari Desember 2006. Bukanlah hal mudah untuk membuat schedule dengan seabrek kesibukan bintang-bintang tersebut. Sebut saja Nirina, yang harus tetap komit dengan jadwal presenter yang padat. Pun dengan Ringgo yang sibuk dengan ‘jomblo’-nya, dan Desta dengan acara manggungnya, sementara Aming sibuk dengan ujian akhir di ITB. Akhirnya produser dan tim produksi sepakat menunda shooting sembari menunggu kelulusan Aming di bulan Februari, sementara proses reading tetap jalan.

Sempat mengalami proses reading yang cukup berat untuk scene besar, tawuran anak kampung dengan anak elit. Akhirnya shooting dilakukan pada 18 Maret – 27 April 2007. Shooting direncanakan memakan waktu 26 hari tetapi waktu shooting memerlukan waktu 1 bulan karena bentrok jadwal pemain. Apalagi dilanda cuaca tak tentu dengan lokasi Depok, kampung belakang Pondok Indah, kampung belakang HI, Gunung Pancar, Sentul, dll.

Pada akhirnya ini sebuah film yang ringan dan kocak. Seberat apa pun tema dan maksud yang hendak disampaikan sebuah film harus tetap menghibur. Maka tak perlu menghadirkan keruwetan di tengah kondisi ruwet. Ini sebuah film yang ringan, gampang dicerna dan amat menghibur. Ini film tentang persahabatan yang diuji pada tingkat paling ekstrim, paling kocak, dan paling menggelikan. (wwn/lin)

Advertisements

3 Comments so far
Leave a comment

Katanya siy filmy Bner asik tp gw lum nNtn.

Comment by ashiteru

wah, emang seru nich film.. kocak abiss

nice blog! 😉

Comment by achmatim

agar comment ga perlu diapprove, caranya nich http://achmatim.net/2007/11/08/bagaimana-agar-comments-langsung-tampil/

Comment by achmatim




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: